Partisi Harddisk dengan Partition Magic

Partisi harddisk, kadang sering kita dengar kata itu, tapi apa sih maksud dari partisi harddsik itu? Secara umum partisi harddisk ialah proses memberi bagian atau memecah ruang harddisk yang tersedia menjadi beberapa bagian. Contoh, jika kita mempunyai harddisk sebesar 40 GB yang belum di partisi, maka jika kita membuka windows explorer maka akan terbaca sebagai Local Disk (C:) namun terkadang kita melihat di komputer lain dengan besar harddisk yang sama tetapi terbaca 2 bagian yaitu Local Disk (C:) dan Local Disk  (D:), inilah yang dimaksud harddisk di partisi menjadi 2 bagian yang besarnya masing-masing bagian itu bisa kita sesuaikan.

Setelah kita mengetahui apa itu partisi harddisk, sekarang mari kita mencoba membuatnya dengan bantuan software Partition Magic keluaran PowerQuest(R). Di sini saya mengambil contoh denganmenggunakan Partition Magic Pro 8.0. Jika anda belum memiliki software ini, searching aja di Google, OK :)
Setelah anda memiliki software tersebut, silahkan install terlebih dahulu,

Cara menginstall Partition Magic Pro 8.0 :

  1. Buka folder Partition Magic Pro 8.0, silahkan anda cari file Setup.exe
  2. Tunggu sampai proses persiapan installasi selesai
  3. Setelah proses persiapan selesai, maka akan tampil window PartitionMagic 8.0 Setup. Silahkan pilih Next
  4. Isikan User Name, Company Name dan Serial Number yang anda miliki ( Untuk user name dan company name bebas ), kemudian pilih Next
  5. Setelah itu pilih Yes untuk memberi persetujuan terhadap Licence Agreement yang tampil.
  6. Kemudian pilih Next ( 3 kali ) sampai proses installasi berjalan secara automatis
  7. Setelah proses installasi selesai, maka akan ditanyakan apakah anda ingin membuat Rescue Disket ? untuk contoh ini kita abaikan saja penawaran itu dengan memilih No
  8. Buanglah 2 kotak yang ter-ceklist / tercentang pada window yang tampil, lalu pilih Finish

Sekarang komputer anda telah terinstall PartitionMagic 8.0, untuk langkah selanjutnya mari kita membuat partisi harddisk dengan bantuan software tersebut.

Cara membuat partisi harddisk :

  1. Silahkan anda aktifkan software PartitionMagic 8.0
  2. Setelah tampil window PartitionMagic 8.0, klik nama harddisk anda ( Disk 1 ) pada bagian sebelah kanan atas window PartitionMagic 8.0
  3. Pada bagian pick a task… ( lihat sebelah kiri atas window PartitionMagic 8.0 ) pilih Create an new partition
  4. Silahkan pilih Next untuk melanjutkan
  5. Pilih harddisk yang akan kita paritisi, lalu Next
  6. Kemudian silahkan pilih lokasi partisi, untuk contoh ini silahkan pilih After C: (Recommended)
  7. Sekarang tentukanlah besarnya partisi yang diinginkan di bagian size dengan berpedoman pada informasi di sebelah kanan kotak tersebut ( Maximum Size & Minimum Size ), setelah itu pilih Next
  8. Setelah kita menentukan besarnya partisi, maka akan ditampilkan perkiraan partisi harddisk sesuai data yang anda masukkan tadi. Jika sudah yakin dengan besarnya partisi harddisk anda silahkan pilih Finish
  9. Sekarang silahkan anda klik tombol Apply yang ada di bagian kiri bawah window PartitionMagic 8.0
  10. Jika tampil window konfirmasi, silahkan anda pilih Yes atau OK, untuk memulai proses mempartisi harddisk

Setelah 10 langkah di atas anda jalankan maka windows akan restarts untuk memulai proses mempartisi harddisk anda, silahkan anda tunggu proses tersebut hingga selesai.

Note : Jangan menekan tombol apapun setelah komputer anda restart, untuk menghindari gagalnya proses partisi tersebut.

UPDATE : Gunakan software EASUS Partition untuk alternatif mempartisi HDD

Download link : http://www.partition-tool.com/giveaways/epmpro/

Install & Menggunakan R-Studio

R-Studio adalah salah satu software recovery yang berfungsi untuk mengembalikan data atau file yang telah dihapus, hilang atau terformat di dalam sebuah harddisk, flashdisk, memory card, dan media penyimpanan lain yang sifatnya non-CD (bukan termasuk kepingan CD, contoh: CD, VCD & DVD).

Bagi teman-teman yang belum memiliki softwarenya klik aja di sini !!! 

Pengalaman Ncim menggunakan R-Studio dalam mengembalikan data atau file khususnya file-file yang berbentuk teks cukup baik, tetapi file-file yang berbentuk gambar, audio dan video software ini belum bisa mengembalikan file secara sempurna & utuh. Sebelum menggunakan software ini tentu saja kita harus menginstalnya ke dalam komputer kita, adapun caranya adalah :

  1. Double klik file instalasi R-STUDIO NTFS.EXE ( Untuk media penyimpanan dengan file system berbasis NTFS, biasanya harddisk ) atau R-STUDIO FAT.EXE ( untuk media penyimpanan dengan file system berbasis FAT, biasanya flashdisk )
  2. Pada window SETUP, pilih YES untuk memulai proses instalasi
  3. Kemudian akan terbuka window setup wizard, pilih NEXT
  4. Lalu akan muncul lembar license agreement, pilih YES
  5. Setelah itu pilih NEXT sebanyak 3x
  6. Klik tombol INSTALL, tunggu sampai proses instalasi selesai
  7. Setelah selesai maka silahkan ceklist kotak pilihan yang tersedia, kemudian klik tombol FINISH.
  8. Maka akan tampil window registrasi R-STUDIO, silahkan kamu isi bagian Name dan Company sesuai keinginanmu.
  9. Pada bagian Registration Key isilah dengan serial number yang bisa kita lihat di dalam file teks R-STUDIO NTFS Serial.txt atau R-STUDIO FAT Serial.txt.
  10. Klik OK, maka R-STUDIO selesai diinstal dan siap dipakai

Setelah R-STUDIO terinstall ke dalam komputer, sekarang kita coba menggunakannya, langkah-langkahnya yaitu :

  1. Jika window R-STUDIO belum tampil kamu bisa membukanya dari START > PROGRAMS > R-STUDIO NTFS / FAT > R-STUDIO NTFS / FAT
  2. Secara umum tampilan software terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : kiri ( berisi nama harddisk atau flashdisk ), kanan ( berisi informasi detail mengenai harddisk atau flashdisk ) dan bawah ( berisi keterangan status harddisk atau flashdisk )
  3. Untuk memulai proses mengembalikan data silahkan double klik nama drive harddisk atau flashdisk kamu, yang ada di bagian kiri tampilan software ( misalnya C: ) dan tunggu sampai proses scanning file selesai
  4. Setelah harddisk atau flashdisk kita selesai di scan maka akan tampil beberapa folder biasa dan beberapa folder yang di silang merah. Folder yang di silang merah itu artinya folder tersebut adalah folder yang telah terhapus dari harddisk atau flashdisk, sedangkan folder yang tidak di silang merah itu adalah folder yang masih ada di dalam harddisk atau flashdisk.
  5. Sekarang silahkan kamu cari nama file yang akan kamu kembalikan di dalam folder-folder yang di silang merah dengan cara memberi ceklist di depan nama file tsb.
  6. Berhati-hatilah dalam memilih file, karena kemungkinan virus yang telah terhapus dari harddisk atau flashdisk anda bisa aktif kembali, maka pilihlah file secara teliti dan lihat juga ekstension dari nama file tsb, misalkan file Ms.Word dengan nama latihan, maka ekstensionnya harus *.doc (latihan.doc) bukan *.exe (latihan.exe) atau yang lainnya
  7. Setelah semua file terceklist, silahkan klik menu FILE > RECOVER
  8. Tentukan lokasi pengembalian file tsb dengan meng-klik tombol “>” yang ada di kanan kolom OUTPUT FOLDER, misalnya My Documents
  9. Klik tombol OK
  10. Setalah proses pengembalian selesai, silahkan buka folder yang anda pilih tadi sebagai tempat pengembalian file, dalam contoh ini My Documents.